BATANG – pejuang24news.id – Sebuah pesan spiritual yang mendalam disampaikan dari komplek pusara Syekh Maulana Maghribi yang berada di Wonobodro. Peziarah diajak untuk tidak melupakan tradisi luhur bersilaturahim dan berziarah ke makam para kekasih Allah dimanapun berada. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah kajian di lokasi makam. Disebutkan bahwa hakikatnya para wali-wali Allah itu tidak pernah meninggal. Mereka tetap hidup di antara ruh orang-orang saleh, karena yang mati hanyalah jasadnya. “Ini tempat makam yang ada di Wonobodro. Monggo saudara-saudaraku, kita sempatkan untuk bersilaturahim, berziarah ke tempat para kekasih Allah dimanapun berada. Karena sesungguhnya para wali-wali Allah itu tidak meninggal,” ujarnya. Pesan khusus juga dititipkan kepada para peziarah, termasuk untuk Mas Bayu dan Mas Heri, agar senantiasa banyak mengingat kematian. “Banyak mengingat kematian. Ingat, semuanya nantinya akan kembali, dari tanah kembali ke tanah. Apa fungsinya? Supaya hati kita tidak menjadi hati yang keras,” tuturnya. Ia mengingatkan agar manusia tidak bersikap adigang, adigung, adiguna atau menyombongkan diri. Setiap manusia pada hakikatnya hanya tinggal menunggu giliran panggilan dari Sang Maha Kuasa. “Oke ya, kita tetap terus, jangan adigang-adigung-adiguno, tetap ingat bahwa suatu saat giliran kita. Tinggal nunggu panggilan berikutnya itu siapa. Bisa saja kita pulang dari sini dipanggil oleh Yang Maha Kuasa,” lanjutnya. Namun, dengan terus menjaga silaturahim, umur seseorang bisa dipanjangkan. Hal itu menjadi salah satu keutamaan silaturahim yang diajarkan dalam agama. “Tapi boleh jadi kita tetap dipanjangkan umurnya karena kita selalu bersilaturahim. Amin. Karena salah satu manfaat silaturahim adalah memanjangkan umur,” tambahnya. Di akhir tausiyahnya, ia berpesan agar umat Islam tidak lupa untuk terus berziarah kepada para wali-wali Allah yang tersebar di berbagai penjuru. “Jangan lupa tetap berziarah kepada para wali-walinya Allah yang ada dimanapun berada. Semoga saudaraku juga mengikuti jejak para leluhur-leluhur kita yang ada di Nusantara ini,” pungkasnya. Navigasi pos Diduga Keracunan PMT Posyandu, 34 Warga Rowosoko Batang Mual hingga Diare – Dari Lansia sampai Balita BREAKING NEWS: Ratusan Siswa SD-TK di Bawang Batang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Puskesmas Membludak