BATANG – pejuang24news.id – Dugaan kasus keracunan massal terjadi di Dukuh Rowosoko, Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sedikitnya 34 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari kegiatan Posyandu Mawar. Korban keracunan didominasi kelompok rentan, yakni lansia dan balita. Mereka mengeluhkan gejala serupa, seperti rasa mual, pusing berputar, hingga buang air besar secara terus-menerus setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan kader. Peristiwa tersebut dibenarkan Camat Batang, Luksono Pramudito. Ia mengatakan, kegiatan Posyandu Lansia dan Balita di RT 1 dan RT 2 / RW 2 Dukuh Rowosoko sejatinya dijadwalkan Senin pagi. Namun agenda tersebut molor hingga sore hari lantaran di lingkungan setempat ada warga yang meninggal dunia. “Jadwal Posyandu memang digeser ke sore karena ada warga yang berduka. Sementara menu PMT-nya sudah terlanjur dimasak sejak pagi,” jelas Luksono. Adapun menu yang disajikan kepada peserta Posyandu berupa bubur kacang hijau, tahu bacem, dan roti tawar. Makanan tersebut dibiayai melalui Dana Desa dan diolah langsung oleh kader kesehatan setempat. Dampaknya mulai terasa pada Senin malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, sejumlah warga mulai merasakan gejala tidak nyaman pada pencernaan. Satu per satu warga kemudian berdatangan ke RSUD Kalisari untuk memeriksakan diri. Begitu mengetahui gejalanya seragam, petugas medis langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Hingga kini tercatat ada 34 orang yang mengalami keluhan serupa usai menyantap PMT. Penanganan di lapangan melibatkan lintas sektor, mulai dari Polsek Batang, pihak Kecamatan, Pemerintah Desa Rowobelang, Puskesmas Batang 3, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, hingga tim medis RSUD Kalisari. Warga yang kondisinya cukup parah langsung dirujuk dan ditangani intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kalisari. Navigasi pos Diresahkan Warga, Satpol PP Batang Gerebek Hotel hingga Kafe Remang – Terjaring Pasangan Mesum dan Open BO via MiChat Pesan Mendalam dari Pusara Syekh Maulana Maghribi Wonobodro: Wali Allah Tak Pernah Mati, Ziarah Lembutkan Hati yang Keras