BANDA ACEH – Peringatan Hari Damai Aceh yang digelar di halaman Kompleks Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh, Sabtu (15 Agustus 2026), sempat diwarnai ketegangan. Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan orang dari gabungan keluarga syuhada dan sejumlah elemen masyarakat dari berbagai daerah di Aceh berkumpul untuk memperingati hari tersebut. Ketegangan mulai terjadi ketika sebagian peserta berupaya memasang bendera di salah satu tiang di halaman kompleks masjid. Tindakan itu kemudian dilarang oleh aparat TNI yang bertugas melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Untuk mengendalikan situasi, aparat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Suara tersebut membuat sebagian peserta yang berada di halaman masjid berlindung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polda Aceh terkait insiden tersebut. Situasi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman saat ini sudah kembali kondusif dan dijaga ketat oleh aparat gabungan. Peringatan Hari Damai Aceh setiap 15 Agustus merupakan momentum penandatanganan MoU Helsinki 2005. Laporan Wartawan Serambinews, Indra Wijaya Narasumber: Intan Mutia Navigasi pos Majelis Hakim PN Tipikor Semarang Gelar Sidang dengan Agenda Pemeriksaan 9 Saksi Perkara Fadia Arafiq Pasca Insiden Sehari Sebelumnya, Merah Putih Berkibar Lagi di Baiturrahman