KENDAL – Di balik keheningan Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, tersimpan sebuah situs religi dan sejarah yang memiliki nilai tinggi bagi peradaban Tanah Jawa. Situs tersebut adalah Makam Kemangi, yang juga dikenal sebagai makam Mbah Rajak Usi atau Syekh Lati Sidin.

Lokasi ini bukan sekadar tempat ziarah, melainkan saksi bisu berkumpulnya para punggawa Kerajaan Mataram di bawah komando langsung Sultan Agung Hanyokrokusumo. Pada masa itu, tempat ini dijadikan sebagai markas untuk menyusun strategi besar penyerbuan ke Batavia guna mengusir penjajah VOC.

“Di sini itu adalah tempat berkumpulnya para punggawa Mataram, yaitu di bawah komando langsung Sultan Agung Hanyokrokusumo. Pada waktu itu untuk merencanakan penyerbuan Batavia, yaitu VOC yang ada di Batavia,” ujar juru kunci / peziarah di lokasi tersebut.

Sejarah mencatat, tempat ini sangat bersejarah karena seluruh punggawa Mataram berkumpul di lokasi ini untuk merencanakan penyerangan terhadap VOC demi mengusir penjajah Belanda dari Bumi Nusantara.

Pada masa itu, Bupati Kendal dijabat oleh Mbah Bahurekso, putra dari Ki Ageng Sempalowadi Kesesi Pekalongan. Ia turut hadir bersama sejumlah Tumenggung Mataram lainnya, seperti Tumenggung Suragulagul, Tumenggung Niti Notonegoro, Mbah Jumina, hingga Mbah Mandurorejo.

Semua tokoh penting tersebut berkumpul di Makam Kemangi untuk merumuskan strategi penyerbuan ke Batavia.

“Ini tempat yang sangat bersejarah di Tanah Kendal. Semoga saudara-saudaraku bisa kemari untuk bernostalgia, nguri-uri sejarah yang ada di Bumi Nusantara, khususnya di Tanah Jawa,” pungkasnya.

Keberadaan Makam Kemangi Desa Jungsemi kini menjadi destinasi ziarah religi sekaligus wisata sejarah yang mengingatkan generasi penerus akan semangat perjuangan para leluhur dalam melawan kolonialisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *