PANDEGLANG – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan mengalami erupsi sejak Kamis malam, 4 September 2026. Erupsi disertai lontaran abu vulkanik dan suara dentuman yang terdengar hingga wilayah pesisir. Berdasarkan laporan sementara, Api Anak Krakatau, aktivitas erupsi masih berlangsung hingga Jumat, 5 September 2026 pagi. Kolom abu vulkanik teramati membumbung di atas kawah disertai gemuruh, dalam puncak nya di ketinggian mencapai 50.000 kaki “Sejak tadi malam, 4 September, Anak Krakatau menunjukkan peningkatan aktivitas berupa erupsi eksplosif dan suara dentuman,” ujar warga setempat dalam keterangannya. Dampak erupsi dirasakan warga di wilayah pesisir Pantai Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejumlah warga mengaku khawatir dan memilih untuk tetap siaga mengantisipasi aktivitas lanjutan. Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum menaikkan status Gunung Anak Krakatau. Namun Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD. Nelayan dan pelaku pelayaran di Selat Sunda juga diminta waspada terhadap potensi abu vulkanik yang dapat mengganggu jarak pandang. Navigasi pos Anggota DPR Dorong RUU Perampasan Aset Juga Sasar Kejahatan Perbankan Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk 200 Juta Warga, Saldo Awal Rp50 Ribu untuk Penyaluran Bansos