PEKALONGAN, pejuang24news.id – Sebanyak 11 siswa MI Pringlangu, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, mengeluhkan mual dan pusing setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis [MBG], Rabu [16/9/2026].

‎‎Hingga kini, belum ada kepastian medis bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

‎Petugas Puskesmas setempat langsung memberikan penanganan di sekolah. Pengurus Yayasan Islam Katijoyo MII Pringlangu [TAKHASSUS], Abdul Kholik, mengatakan kondisi para siswa relatif ringan dan tidak memerlukan rawat inap.

‎‎”Gejalanya kemarin itu mual, pusing. Alhamdulillah ditangani langsung dari puskesmas, tidak sampai menginap. Puskesmasnya langsung datang ke sekolahan,” kata Kholik saat dikonfirmasi, Kamis [17/9/2026].

‎‎Menurut Kholik, informasi awal mengenai kejadian tersebut berasal dari laporan salah satu orang tua siswa. Menu yang dibagikan pada hari itu berupa bubur kacang ijo dan biasanya didistribusikan sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

‎‎Sebagai tindak lanjut, kepala sekolah dipanggil ke Polres Pekalongan Kota pada Kamis [17/9/2026] untuk dimintai keterangan bersama sejumlah pihak yang mengetahui kejadian tersebut.

‎‎”Hari ini posisi kepala sekolah dipanggil di Polres. Yang dipanggil kepala sekolah dan yang tahu kemarin,” ujarnya.

‎‎Kholik menyebut polisi juga sempat mendatangi rumah beberapa siswa untuk memantau kondisi kesehatan mereka pascakejadian.

‎Hingga berita ini ditulis, penyebab keluhan kesehatan tersebut masih dalam pemeriksaan. Kepastian apakah berkaitan dengan makanan MBG memerlukan pemeriksaan medis lanjutan dan, jika diperlukan, uji laboratorium terhadap sampel makanan.

‎Dengan demikian, dugaan keterkaitan antara keluhan siswa dan makanan MBG masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang


‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *